Balada 29 Tahun + 1


Sejak aku jatuh ke dalam lubang-hitam cinta dalam matamu, 
sejak itu pula aku begitu mantap menatap dunia dan masa depan. 
Aku hampir tak peduli lagi pada hal-hal yang berhubungan dengan pekerjaanku di masa depan, tentang apakah ia cukup bergengsi atau bisa menghasilkan banyak uang: 
Aku tak lagi membayangkan kesuksesan melulu tentang hal-hal yang demikian besar sekaligus mewah.

Bagiku, hadirmu telah melengkapkan aku..
Mungkin kelak aku hanya ingin menjadi seorang penulis lirik lagu, yah hanya sebatas itulah kemampuanku..
Aku buta nada, tak bisa bermain gitar, apalagi bernyanyi.
Tapi aku ingin menciptakan lagu-lagu yang tak akan pernah habis kau nyanyikan sepanjang hidupmu.
Aku akan bahagia mendengarnya. Suara merdumu menyanyikan lagu-laguku di dapur, di kamar, di ruang makan, di teras sambil engkau bermain gitar atau di mana saja kau berada dengan tersenyum manis ke arahku.. dan aku mengiringimu hanya dengan tepukan tangan atau hentakan kaki yang berirama..
Semuanya sudah cukup membuatku menjadi penulis lirik lagu paling bahagia di jagad raya..

Demikianlah caraku mencintaimu dengan sederhana..
Aku memang bukan pujangga dan kau pun bukan seorang artis penyanyi..
Tetapi percayalah semua hal-hal sederhana ini akan lebih indah dari keluarbiasaan apapun pada waktunya kelak..
Terima kasih sudah menjadi bagian terindah dari perjalanan ini
Karena kaulah yang mengutuhkan aku, Dewi..


Makassar, 20 Juli 2017
Thanks for the surprise birthday cake


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perjalanan Qalbu

Rindu

Perjuangan