Meretas Tabir Langit

Ada sebuah mimpi yang mungkin sudah terbaring lelah,
Namun harapan pada cintalah yang membuatku berdiri lebih lama
Walau selama itu hampa mewarna
Meski pedih menerpa.
Kutetap membelai waktu
Barangkali kita memang telah dibukakan sebuah jalan untuk bertemu
Namun jarak hanyalah soal hati
Pada setangkai jingga di awal Juli,
Terbenam cerita pada kerlip bahagia
Di malam yang purnama kumenengadah,
Saat aksara menghujam..
Malam ini aku akan bertemu denganmu..
Bidadari yang sebelumnya kukenali lewat senyum di potretmu
juga merdu suaramu..
Matamu yang binar selalu mengingatkanku pada purnama
Berkilat-kilat penuh pendaran
Mungkin langit bisa kehilangan birunya
Atau hujan dapat kehilangan rinainya
Tapi cinta tak akan pernah kehilangan ceritanya
Jatuh cinta pada pada pandangan pertama itu benar adanya
Senyumanmu meluluhlantahkan segalanya
Kita sepakat meninggalkan masa silam,
Tetapi mungkin saja nanti kita akan diam-diam mengunjunginya lewat hujan..lewat ingatan..
Aku tahu mungkin ada yang tak ingin kau tinggalkan..
Atau mungkin ada yang tak ingin kau lupakan..
Biarkan sejarah lalu kita hapuskan bersama debu..
Mari kita genapi nyanyian yang mungkin saja tak sempat aku dan kau selesaikan dahulu..
Atas nama langit
Kuberjanji kan luluhkan retak hatimu yang dingin pada malam
Menuntunmu dalam kegelapan yang sama
Namun dengan cahaya yang berbeda
Hingga fajar meretas tabir langit
Kendari, 9 Juli 2017
RS Hati Mulia
Komentar
Posting Komentar