Sensasi LDR
Arrrgghhh..kamu memang ahlinya untuk urusan tentang 'dokumentasi' ini, tak ada duanya. Di semua foto yang kita miliki, kamu hampir tak pernah gagal tersenyum. Bila senyum manismu mengembang sempurna di kamera maka senyumku hanya bisa mengambang sempurna, tak seperti dirimu aku tak pandai mengatur tempo, kedip mata kamera dan blitz-nya selalu bergerak lebih cepat dari caraku merenggangkan otot-otot senyumku, untuk urusan senyum kau memang yang terbaik. Jika ada satu-dua mata lensa yang tak sengaja menangkap wajahmu yang sedang tak tersenyum, kamu selalu tetap cantik sebagaimana seharusnya. Yah mungkin kamu bukan perempuan paling cantik sedunia tapi untuk menyukai, mencintai dan merindukanmu aku tak perlu membayangkanmu jadi perempuan paling cantik sedunia. Aku selalu menyukaimu dengan apa adanya.
Ah, kamu begitu photogenic Dewi.. Cahaya dunia seolah selalu mau mengatur dirinya sendiri untuk menerpa wajahmu di bagian-bagian yang tepat. Hampir selalu tepat dan aku?? Kamera360genic yaitu terlihat sedikit lebih keren setelah diedit dengan kamera 360 (itupun dengan usaha yang ekstra keras) dan hanya punya satu angle terbaik yaitu 45 derajat serong kiri dengan pose menyamping kanan saat matahari berada 120 derajat di atas kepala.
Hingga tak usahlah heran bila kemanapun kita pergi bersama kamera, aku selalu berkeras untuk menjadi fotografernya meski masih amatiran. Tersebab aku tak ingin kehilangan momen untuk melihat jelas senyumanmu juga kibasan rambutmu dari view finder kamera, meski tanganku seringkali bergetar hebat setiap kali men-zoom area wajahmu. Melihat semua pesonamu dalam view finder seringkali membuatku terpikir ternyata sekali-kali Tuhan bisa juga tidak adil yah.. Tanpa sepengetahuanmu aku seringkali melakukan foto candid terhadapmu, candid adalah membidik objek tanpa disadari oleh objek sendiri, mengambil foto tanpa melihat viewfinder kamera yang hasilnya bisa jadi off focus namun bisa juga mencengangkan, aku pikir matamu memiliki kekuatan itu seperti viewfinder yang tak pernah menyelidik namun selalu mencari, mengamati semua dengan jeli tanpa seorang pun menyadari.
Kalau bisa mem-pause-nya aku sangat suka adegan ini Dewi dan ingin memutarnya berkali-kali dalam gerak lambat dalam layar memoriku, saat kamu tersenyum ke arahku di meja makan rumahmu sementara sinar matahari senja menerpa sebagian wajah bagian kananmu. Di bawah matahari pukul 5 sore, rambutmu yang memang sedikit kecoklatan menjadi keemasan, matamu bersih dengan retina hitam pekat di tengah-tengahnya penuh kesenduan. dan senyumanmu,,,yah senyum yang memperlihatkan barisan gigi putihmu yang mencerahkan dunia, pipimu yang bersih, baju dastermu yang tak bisa menyembunyikan pancaran inner beuty-mu juga tawa khasmu sambil menutup mulut yang selalu aku suka. Bibir merahmu yang tak pernah jauh dari lipstik, tatapan mata binarmu, semuanya.. mau tak mau mencuri sekian giga byte dalam daya ingatku, tak bisa dipungkiri bahwa sosokmu sangat berkuasa dalam belantara ingatanku.
Harus pula aku akui kehadiranmu telah mengajak pulang hati yang tersesat entah kemana sebelumnya, engkaulah sosok yang memberi sayap pada sebuah harapan untuk kembali terbang merayakan segala hal yang bisa dirayakan sebagai laki-laki yang melacak cinta dalam jejak kerinduannya sendiri.
Miss U My Amor
Jakarta, 25 Juli 2018

Komentar
Posting Komentar